Tulisan Tentang Water Byuur di Harian Bernas 26 Oktober 2013

sumber ponjongKetika berbicara gunungkidul ,bayangan pertama yang akan tertangkap di benak kita adalah tentang potret sebuah daerah yang tertinggal. Dengan wilayah yang tandus, sulit mendapatkan air , makanan khasnya adalah thiwul dan belalang.

Itulah opini yang terbangun dari dahulu tentang kabupaten dengan luas kurang lebih sepertiga dari luas daerah istimewa Yogyakarta. Pepatah yang selalu di sampaikan untuk gunungkidul adalah cerak watu adoh seko ratu.

Kadang tidak semua opini yang terbangun dimasyarakat tidak semua mewakili kenyataan dilapangan. Coba ketika kita lebih masuk gunungkidul, lebih tapatnya didaerah Gunungkidul sebelah Timur , ada pemandangan yang mungkin bisa mematahkan opini yang sudah terbangun.

Kecamatan Ponjong adalah salah satu daerah yang bisa dikatakan paling berbeda dengan wilayah lain yang di gunungkidul. Ketika memasuki daerah tersebut kita akan disambut oleh hijaunya tanaman padi yang terhampar luas ratusan hektar dan kontur wilayahnya datar , seperti didaerah sleman, bantul dan kulonprogo.

Ponjong memiliki sejarah tersendiri yang mewarnai perjalanan kabupaten Gunungkidul. Karena pada awalnya, wilayah Ponjong adalah ibu kota kabupaten Gunungkidul. Hal ini terbukti dengan bukti peninggalan sejarah bahwa makan bupati gunungkidul yang pertama kali ,Tumenggung Pontjo Dirjan berada di desa  Genjahan Kecamatan Ponjong.

Sejarah Ponjong juga tidak bisa lepas dari wilayah yang makmur.Karena air diwilayah tersebut melimpah dibandingkan dengan daerah yang lain. Ada beberapa mata air yang menyembul dari celah – celah bebatuan kapur . Sebut saja ada umbul Beton yang ada di desa Umbulrejo dan umbul Sumber Ponjong yang ada di desa Ponjong.

Dari dua mata air tersebut, dimanfaatkan oleh warga untuk mengairi persawahan yang jumlahnya ratusan hektar,bahkan umbul Beton , aliran airnya sampai kecamatan Karangmojo yang jaraknya sampai lima kilometer.

Seiringin dengan berjalannya waktu dan tren yang ada digunungkidul, bahwa wilayah Gunungkidul merupakan salaha satu tujuan wisata terutama dari obyek wisata pantainya, obyek wisata minat khusus dan petualangan. Menggugah masyarakat desa Ponjong untuk merubah sumber ponjong , supaya kedepannya menjadi salah satu obyek wisata andalan .

Masyarakat desa Ponjong mulai berfikir bagaimana kemudian menyulap sumber ponjong yang sebelumnya sekedar untuk pengairan sawah, mandi cuci masyarakat,sumber air minum dan perikanan ditambah fungsinya untuk  untuk pariwisata dengan tindak meninggalkan fungsi yang telah ada.

Tahun 2009 melalui PNPM MANDIRI PERKOTAAN dengan motor Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM) MANDIRI Desa Ponjong mendapatkan Program Penataan Lingkungan Permukiman Berbasis Komunitas (PLPBK) Senilai 1 Miliar untuk menata sumber Ponjong.

Dari program tersebut ditatalah, sumber ponjong dengan konsep pengembangan pariwisata berbasis air. Realisasi dari salah satu program tersebut adalah pembuatan water byuur untuk sarana permainan anak digunungkdul.

Water Byuur sumber Ponjong diresmikan pada 6 Juni 2012 oleh deputi menkokesra Sujana Royat. Setelah diresmikan tariff masuk untuk kekolam water byuur sebesar Rp 5000 sama  ketika menaiki bebek-bebekan di sumber Ponjong.

Seiring dengan bertambahnya waktu dan kelengkapan dari sarana prasarana yang ada. Akhirnya mulai Agustus 2013 tiket masuk kearena water byur menjadi RP 10.000 , sedang untuk permainan air seperti bebek-bebekan (becak air) masih tetap Rp 5.000.

Untuk sekarang waterbyuur sudah dilengkapi dengan arena permainan non air  untuk anak-anak yang tidak suka bermain diair dengan harga tiket masuk sebesar Rp 3.000. Waterbyyur sumber ponjong juga menyediakan paket  permaianan outbond sepeti Fliying Fox dan permaianan lainnya untuk anak-anak sampai dewasa serta wisata member pakan ikan dan ikan terapi.

Water Byuur yang di kelola oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDEs) Hanyukupi Desa Ponjong  yang telah mengkaryakan 15 orang , juga sudah bisa menjadikan obyek wisata ini menjadi salah satu sumber pendapatan asli desa untuk setiap tahunnya. Karena setiap tahunnya hampir 15.000 pengunjung sudah memanfaaftkan obyek wisata tersebut.

Anang Sutrisno selaku  ketua BUMDes Hanyukupi desa Ponjong menyampikan bahwa kedepan Waterbyuur sumber Ponjong akan dijadikan sarana wisata  keluarga . Untuk realisasi dari program ini,sebentar lagi dikompleks kolam water byuur juga akan dibuka warung makan kuliner dengan view  khas sawah ponjong yang akan semakin memanjakan pengunjung yang akan berlibur di water byuur sumber ponjong.

 

2 thoughts on “Tulisan Tentang Water Byuur di Harian Bernas 26 Oktober 2013”

Leave a Reply