Peran Sosial Kader Dakwah

 

Dalam konsepsi dakwah yang dibangun para kiyadah yang sudah termanhaj, bahwa didalam perkembangan dawah dibuat dengan cara pentahapan.Artinya untuk didalam mewujudkan cita-cita yang telah diamanahkan dalam jamaah perlu ada langkah yang terstruktur dan memiliki tahap yang jelas. Hal ini ini untuk memudahkan pola pergerakan dakwah beserta penataannya serta ada alat indicator yang jelas terhadap capain dakwah yang sudah tercapai jika ada proses evaluasi didalam perjalanan dakwah itu sendiri.
Didalam buku risalah pergerakan ada 4 mihwar yang ada didalam manhaj dakwah harokah kita. Keempat mihwar itu adalah mihwar tanzimi. Mihwar tandizimi merupak fase paling awal didalam gerakan dakwh kita. Dalam fase awal gerakan dakwah itu sendiri titik tekan gerakan dakwah ditekankan pada fase pembinaan atau takwiniyah. Jadi orientasi gerakan dakwah bergerak untuk banyak melakukan perekrutan dan pembinaan. Dalam fase awal ini al akh lebih ditekankan untuk banyak membentuk halaqoh-halaqoh untuk membina kader-kadernya.
 Masa mihwar tandzimi ampir tidak ada aktifitas social yang dilakukan untuk sekedar syiar-syiar fikroh dakwah kita atau sekedar memunculkan kader untuk bisa dikenal dimasyarakat atau memunculkan wajihah dakwah yang bisa dikenal masyarakat. Masa mihwar tandizimi gerakan dakwah masih bersifat sirriyah (tersembunyi) dan kesan eksklusifnya sangat kental karena fase yang dijalani adalah lebih penekanan pada pembinaan
Kemudian setelah mihwar tandzimi dirasa oleh jamaah kuat dengan indicator banyaknya kader yang terekrut banyak dan memiliki kepemahaman yang lurus terhadapa aqidah, kesholihan pribadi yang kuat, saatnya kemudian kader yang telah sholih secara pribadi mencoba mendakwahkan kepada masyarakat supaya kesholihan pribadi tersebut menjadi kesholihan social.
Dalam hal mengkomunikasikan kesholiah pribadi menjadi kesholiah social tentunya dibutukan mediasi untuk mentransfer kesholiahan pribadi menjadi kesholihan social. Pada masa tersebut ihkwah tentunya membentuk sarana –sarana dakwah yang bisa mengkomunikasikan fikroh-fikroh dakwah kepada masyarakat. Maka pada masa ini banyka sekali dibuat lembaga-lembaga dakwah mulai dari yang bergerak dibidang social keagamaan untuk menyerukan fikroh dakwah.
Ketika dakwah sudah menjelma nemjadi lembaga-lembaga yang muncul dimasyarakat maka fase dakwah mulai berkembang yaitu dari mihwar tandzimi menjadi mikhwar sya’bi. Mihwar sya’bi adalah perkembangan tahapan dakwah untuk lebih mengenalkan fikroh-fikroh dakwah kepada masyarakat melalui lembaga – lembaga yang diciptakan.
Setiap perkembangan mihkwar tentunya biikuti dengan pola perilaku kader yang mengerakkan dakwah itu sendiri. Seorang al akh tidak hanya sekedar bisa membentuk sebanyak-banykanya halaqoh tetapi kader juga diminta untuk bisa berperan serta didalam masyarakat.Sisi ekskulisif yang mendominasi didalam mikhawar tandzimi dikuarngi karena sebuah tuntuu=tan terhadap dakwah itu sendiri kita diminta utuk berbaur dengan masyarakat selaku onyek dakwah. Sehingga tuntutan yang ada dikader juag semakakin besar.Tuntutan untuk melakukan proses penkaderan dengan menghidupkan halaqoh-haloqoh disisi lain kader kader diminta untuk berperan dimasyarakat sebagai sarana penokohan dan penyebaran fikroh.
Mikhwar syabi memberikan ruang kepada kita untuk beraktualisasi dan bermasyarakat,ada bebrapa hal yang bisa kami ceritakan terkait aktifitas social yang dilakukan penulis didala melakukan rekayasa social didalam menumbuhkan basis social dimasyarakat.
Belum banyak hal yang dilakukan penulis didalam melakukan proses rekayasa social dimasyarakat,tetapi ini adalah sebuah proses yang perlu selalu ditumbuhkan dan selalu disuport.Baik kita coba mulai dari kehidupan social paling mikro yang menentukan pondasi rekayasa social yaitu keluarga.Menjadi kepala keluarga yang mandiri merapakan proses rekayasa social yang mendasar yang menentukan langkah kedepannya.Ketika ada kemandirian secara financial dan domisili sangat berpengaruh pondasi rekayasa social.
Kemudian rekayasa social yang juga kami terima adalah banyaknya amanah yang diberikan penulis dari masyarakat, mulai dari pengelola tim pembangunan dusun saapai pengelolaan trah keluarga,dan melakukan aktifitas pembinaan pengajian dibarbagai daerah ampuan dakwah.  
Belum banyak yang bisa kami lakukan tapi kami percaya bahwa semua membutuhkan sebuah proses yang panjang dan kita bersabar untuk menjalani langkah demi langkah yang perlu kita jalani untuk menuju rekayasa social yang kita inginkan .Ketika mikhawar sya’bi ini bisa kita lalui dan respon masyarakat baik dan menddukung maka ketika kita melangkah ke mihwar siyasi dan mikhar dauly akan mendapatkan kemudahan.

Leave a Reply