Menguji Kesabaran

Selasa kemarin,anakku yang kedua (Raihanan Zahirah) tiba-tiba suhu badannya naik, Kalau bahasa jawanya slemenget. Padahal sebelumnya tidak ada tanda-tanda kalau akan sakit, karena makannya juga banyak dan badannya baru tumbuh dengan bagus-bagusnnya.

Setelah melihat kondisi sedemikian, kami sorenya memutuskan untuk untuk membawa anak saya kedokter langganan anak saya, karena anak saya punya kecocokan dengan dokter masing-masing, jadi sudah punya langganan sendiri-sendiri sesuai dengan anak saya dan kecocokannya.

Kebetulan anak kedua saya cocok dengan dr Farida Nurohmah (dokter yang bekerja di kantor puskesmas Ponjong dan membuka praktek di jlantir karangmojo.Kebetulan dari awal di Gunungkidul juga sudah menjadi teman perjuangan di GAMAIS (keluarga Mahasiswa Islam Gunungkidul) ,jadi teringat masa perjuangan .

Colek, Rohmat Sugiyarto, Heru Raharjo,Santoso,Pria Amin Latif, Sumiyati,Arif,Farida Nur Rahmah, Mbak Dwi,Ma’ruf

Waduh malah nggrambayang (kemana-mana) ceritane, tapi singkat cerita setelah anak kedua saya bawa ke dokter ida, tanpa panjang lebar , karena  sudah ketemu dengan pawangnya, tinggal tanda sebentar sudah langsung dibuatkan resepnya.

Standar obat penurun panas dan ditambah dengan  ramuan obat batuk ditambah obat anti sesak nafas menjadi obat yang mujarab untuk anak kedua saya. Dan setelah diminunkam reaksi langsung terjadi , suhu tubuh anak saya turun dan batuknya juga sudah reda, sehingga anak saya sudah beraktifitas lagi.

Kondisi tersebut bertahan setengah hari, setelah itu kondisinya ngedrop lagi , jadi mulai rabu sore sampai kamis sore anak saya sudah tidak mau bermain, panas dingin dan mata sayu, pinginnya tidur terus.Feeling saya anak saya menderita sakit yang tidak biasanya.Karena baru saat ini kondisinya tidak seperti biasanya.

Akhirnya saya putuskan untuk dibawa ke puskesmas terdekat , yaitu puskesmas ponjong dan kebetulan sudah ada unit gawat darurat 24 jam . saya rasa puskesmas ponjong , adalah salah satu puskesmas yang paling maju di wilayah kabupaten gunungkidul. Karena setahu saya sudah ada UGD, Rawat Inap,sudah standar ISO 9002 dan kadang dijadikan study banding dengan puskesmas yang lain.

Setelah dicek , dan periksa tahap awal oleh perawat, diputuskan bahwa , anak saya harus dicek darahnya dilab karena suhu tubuh yang tidak stabil selama 4 hari berturut-turut dan disarankan di cek di RSUD Wonosai ,karena lab di puskesmas libur karena bertepatan dengan hari raya nyepi.

Kami menimbang-nimbang, melihat kondisi anak yang ngedrop dan jauhnya jarak serta pertimbangan anak saya masih punya adik yang perlu diperhatikan juga, akhirnya kami berfikir bagaimana caranya supaya tes lab tidak perlu diwonosari tapi cukup dipuskesmas ponjong saja.

Akhirnya ada jalan keluar, setelah kami pikir dan cermati ternyata laborannya adalah saudara saya sendiri dan tetangga satu RT saya, yaitu Mbak Ari Hasanah , umurnya sereting dengan kakak saya.Saya telepon dan  walaupun libur beliaunya bersedia untuk membantu mengecekkan darah anak saya .Alhamdulillah di tengah kesulitan ternyata ada kemudahan.

Setelah di ambil darahnya dan dicek dengan alat-alat lab, akhirnya ketahuan  bahwa anak saya kena gejala Typus dan di sarankan untuk diOpname, karena kondisinya tidak stabil maka juga perlu ditambahkan cairan dengan di infus. Dengan berbagai pertimbangan sehingga kami memutuskan untuk anak saya diopname di puskesmas ponjong.

Masa opname selama dua hari ini merupakan masa-masa yang sungguh sangat memberikan banyak hikmah kepada kami, mulai dari interaksi dengan anak yang sungguh sangat intensif dan masif karena harus standy by menunggui progress dari perkembangan fisik anak saya sampai ujian kesabaran dengan rewelnya anak ketika kondisinya sedang tidak nyaman.

Makan susah, memasukkan obat penurun panas, vitamin , obat batuk dan antibiotik yang kadang sampai harus dipaksa untuk minum dengan memakai rayuan sampai yang kasar (dijagal) supaya mau minum obatnya.

Setelah dirawat 2 hari ini ada perkembangan yang cukup signifikan,panas sudah turun dan sudah normal, nafsu makan sudah ada dan rona wajah sudah berseri-seri.

Semoga besok (ahad) mbak Raihanah Zahirah sudah bisa dibawa pulang , dan bisa bermain lagi dan berkumpul lagi dengan mas Oza dan dek Hanin untuk menghidupkan tawa ceria di rumah kami.

Sebuah perjalanan yang panjang yang sarat dengan makna dan satu hal yang menjadi sebuah pembelajaran bagi kami, bahwa ketika anak sedang sakit dibutuhkan extra  kesabaran untuk menanganinya , dan terbukti bahwa dengan kesabaran itu berbuah kemanisan.

2 thoughts on “Menguji Kesabaran”

  1. salam…skedar sharing jg mas.anang..anak sakit mm banyk “buah n hikmah” yg harus direkontroksi..anak’ balita msh clean..n peka skali”” misal ketika ortunya trllu sibukpun bs direspon&diingatkan dg sakitnya anak””..hidup untuk menjadi shaleh vertikal atou horisontal tdklah sulit..krn, hanya butuh niat &”ego” namun tantangan yang paling indah..adlah hidup dg “keseimbangan” dalam hal apapun”” uke mas anang salam sehat,sejahtera dan suksss serta slallu dlm Linduan-NYA..amin wslam.

Leave a Reply