Kesuksesan

 

Dalam sebuah diskusi yang dilakukan beberapa teman-teman, sambil terhidang teh manis dan aneka cemilannya. Ada hal yang menarik yang perlu dicoba ditulis ulang untuk diabadikan dalam sebuah narasi-narasi singkat yang mungkin bisa bermanfaaat.
Diskusi yang dilakukan beberapa teman mengangkat tentang sukses. Sebuah kata-kata yang sering kita dengar dan menjadi pembicaraan.Membicarakan makna sukses biasanya yang menjadi sebuah parameter adalah benda dan karir . Saya sukses karena saya busah bisa membeli deposito sekian ratus juta atau sekian miliar atau usahanya telah berdiri beberapa cabang diberbagai kota. Saya sukses karena sudah memiliki rumah dan mobil. Saya sukses ketika sudah menjabat posisi manajer atau jabatan politis, misalkan anggota dewan ,lurah, bupati, gubernur atau presiden.
Tapi ada teman yang nyeletuk juga, sukses itu ketika aku sudah bisa menunaikan rukun Islam yang ke – 5 yaitu naik haji, ada juga yang menyampaikan bahwa sukses itu ketika anakku sudah 5 dan semua sudah bisa selesai kuliahnya.
Wajar orang menggunakan parameter sukses dengan capaian kuantitatif dan yang langsung bisa dilihat.Karena tersebut nyata dan terlihat . Tapi ada satu hal bisa kita cermati bersama bahwa parameter sukses itu berubah-ubah tergantung dari sudut pandang dan pola pikir dari pribadi masing-masing. Dan ini menjadi sebuah keberagaman yang menjadi sebuah keniscayaan didalam hidup ini.Sebuah nilai keberagamaan dalam pandangan dan pemikiran yang membuat hidup ini menjadi lebih berwarna, bermakna dan menjadikan hidup ini menjadi lebih hidup.

Leave a Reply