Berbagi Suka dan Duka Tentang Pengelolaan Bumdesa Di Tanah Borneo

This slideshow requires JavaScript.

Bemula dari ini.http://anangsutrisno.com/kenapa-saya-ke-kalimatan-selatan/ dan seterusnya dalam acara sarasehan di Hotel Grand Dafam Syariah saya dipanelkan dengan tiga orang narasumber. Yang pertama dari Pemprov Kalimantan Selatan, Mas Andie Pratama, PNS angkatan 2014 alumni IPDN dan Mas Agung, Konsultan dari Branding Produk dari Yayasan Penabulu Jakarta.

Selama kurang lebih satu setengah jam kami di minta untuk mempresentasikan sesuia dengan kompetisi yang di tekuni. mas Andie berbicara tentang regulasi terkait dengan bumdesa , Mas Agung berbicara tentang pemasaran produk , sementara saya sebagai praktisi, berbicara tentang suka duka membersamai bumdesa Hanyukupi sampai tahun ketujuh ini.

Waktu presentasi yang diberikan selama 20 menit, memang serasa kurang, karena saya harus merangkum seluruh perjalanan bumdesa hanyukupi selama tujuh tahun. Dari awal-awal perjalanan yang kadang tidak pasti regulasinya sampai jatuh bangunnya usaha dari unit usaha foto kopi , dilanjut waterbyuur, jasa kendaraan, gantangan burung dan tempat pengelola sampah terpadu.

Untuk proyeksi usaha kedepan ,kerjasama antara pemerintah Korea Selatan melalui Yayasan Globalisasi Saemaul Indonesia dan desa Ponjong. Usaha yang akan dikembangkan adalah tenak  sapi komunal  dan jasa sewa gedung serbaguna .

Sesi dillanjutkan dengan tanya jawab, dari peserta dengan berbagai macam pertanyaan seputar usaha, regulasi dan kiat-kiat memulai usaha. Acara diakhiri dengan foto bersama dan makan siang .

 

Leave a Reply