>Bekerja Saat Ini dengan Setting Ide Masa Depan

>

Tulisan ini sengaja kami buat untuk merefleksikan bagaimana sebuah pemikiran menjadi sebuah hal yang perlu dikedepankan untuk menrencanakan segala sesuatu. Dalam konteks ini baik disa dipandang sebagai representasi untuk organisasi sosial, organisasi politik atau organisasi bisnis, atau dalam konteks pengelolaan kekuasaan.
Sering banyak orang mnegeluh karena disaat menggeluti  organisasi muncul kejumutan, muncul kesan yang tertangkap hanya monoton saja. Melakukan hal teknis yang berulang-ulang.Hal ini sering jamak lumrah terjadi diobrolan kalangan aktifis organisasi.
Ketika menghadapi hal yang demikian perlu kita merefleksi apa yang telah kita lakukan.Perlu kita berehenti sejenak untuk meng evaluasi agenda-agenda yang kita lakukan.Bisa jadi ada salah dalam konsep awal kita bergerak, perlu ada penyegaran yang dilakukan.
Hal sperti ini bisa terjadi karena banyak faktor:
  1. Karena Subyek
Yang dimaksud disini subyek adalah pelaku organisasi tersebut, mungkin karena bosan, disorientasi dan kehilangan motivasi.jikalau problemnnya yang demikian treatmen dikembalikan kepada pribadi seseorang tersebut.
  1. Karena Lemahnya Visi
Dalam organisasi jika kita tidak memiliki cara pandang kedepan yang kuat tentang organisasi tersebut, kita bisa jadi terjebak pada rutinitas.Cara pandang akan berpengaruh terhadap kinerja organisasi dan pewarisan regenerasi dari pengampu organisasi tersebut.
 Seyogianya sebuah organisasi memiliki blue print yang jelas yang berisi cita-cita dan strategi pentahapan dari cita-cita yang ingin dicapai dari organisasi tersebut. Hal ini perlu karena ini adalah rel yang dijadikan sebagai jalan untuk melewati lokomotif supaya bisa sampai tujuan.
Kadang membicarakan blue print memang agak sedikit teoritis dan bertele-tele dan kesannya tidak nyata. Tapi sesunggguhnya  ini adalah bagian hal yang sangat terpenting dari sebuah organisasi, jika ibarat sebuah bangunan blue print merupakan sebuah fondasi. Jika pondasinya kuat, bangunan akan dibuat sperti apapun akan kuat disangganya.
Blue print juga bisa digunakan sebagai acuan untuk mewariskan ide kita untuk generasi setelah kita, maksud kami dalam organisasi tentunya ada batas waktu pengabdiannya,tentunya setelah itu ada penyegaran dengan pergantian pengurus,dalam hal ini blue print bisa menjadi acuan untuk kepengurusan kedepan.
Sehingga dalam organisasi bolehlah kita melakukan aktifitas-aktifitas yang menjadi sebuah organisasi,tetapi aktifitas tersebut tentunya merupakan sebuah runtutan cerita dalam konteks kita mewujudkan cita-cita bersama yang akan diwujudkan melalui organisasi tersebut. Dan hal inilah yang menjadi motivasi untuk kita terus bergerak dan berjuang.
Dalam konteks ini maksud dari bekerja saat ini dengan setting ide masa depan perlu dijadikan sebagai sebuah acuan untuk mewujudkan cita –cita perjuangan kita,entah diorganisasi sosila, budaya,agama,bisnis, politik atau kekuasaan.

Leave a Reply