Merdeka Bung!!!! Inilah Cara Kami Mengisi Semarak HUT RI 71 Di Padukuhan Tembesi

Kami memang dahulu tidak ikut memanggul senjata untuk mengusir penjajah di negeri ini. Tapi kami menjadi bagian dari generasi pengisi kemerdekaan negeri ini.

17 Agustus 2016, genap sudah 71 tahun Indonesia menjadi negara yang merdeka. 17 Agustus 2016 pula, kami sebagai generasi penerus bangsa ini,mengisi berbagai kegiatan untuk menyemarakkan kemerdekaan.

Salah satu kegiatan yang kami lakukan bersama muda-mudi padukuhan tembesi adalah panjat pinang..eh salah ..yang benar panjat bambu.

Kegiatan tersebut, mendapat dukungan yang luar biasa dari berbagai masyarakat se padukuhan.

Hal tersebut dapat dilihat dari hadiah yang diberikan sampai dengan 50 macam dengan hadiah utama, adalah seekor kambing betina.

Dari jumlah peserta, ada sekitar 30 orang yang mengikuti kegiatan tersebut, semua berasal dari muda-mudi padukuhan Tembesi.

Untuk jalannya kegiatan, silahkan buka video yang ada diatas..Saya jamin ngakak..


Bagi kami, banyak hal yang kita dapatkan dari perlombaan panjat pinang.Strategi, team work , pengorbanan dan yang tak kalah penting adalah semangat adalah modal dalam mengisi kemerdekaan.

Kami baru bisa menaklukkan bambu dengan tinggi 8 meter setelah jatuh bangun memanjat bambu yang di olesi oli dan pasline.

Jatuh bangun dalam kubangan lumpur, sudah tidak tak terhitung berapa kali, keringat bercucuran bercampur dengan oli.

Tak jarang dari anggota team ada yang memar-memar badannya karena terinjak ketika jatuh, atau ketika badan kita menjadi tumpuan teman yang memanjat diatas kita.


Tapi pada akhirnya dan waktunya, semua tidak ada yang sia-sia, lihatlah senyum cerah yang terpancar dari wajah-wajah yang belepotan tanah..he..he

Juara panjat pinang

Bersepeda Itu Seperti Belajar Hidup

20160612_170148Hampir setahun, rutinitas yang saya lakukan setiap weekend adalah bersepeda. Selain untuk menjaga kebugaran badan, hal tersebut untuk menambah perkawanan.

Walaupun saat-saat awal kita harus berani mengalah untuk menggeser acara yang lain, rutinitas butuh ketegasan dalam melaksanakannya.

Bersepeda ternyata ada banyak hikmah yang kita dapatkan. Filosofinya seperti orang hidup. Kadang kita akan banyak menemukan bebagai macam jalan yang kita lewati. Jalan berlobang, halus, kadang menanjak, datar dan turun.

Setiap kondisi jalan yang kita hadapi tentunya semua butuh penyesuain. Kalau jalan berlubang kita tetap ngebut dan terjang dengan sembarangan , alamak kita bisa nyungsep dijalan.

Ketika jalan menanjak, kita perlu menyesuaikan operan gigi sepeda,misal diperbesar gigi belakang diperkecil gigi depannya. Jalannya pelan tetapi ringan dibeban.

20160814_061528Yang paling berkesan adalah, setelah kita bisa menaklukkan tanjakan dan kita selfie, dipuncak tanjakan…mantabbb.Bersusah-susah dulu, bersenang-senang kemudian…

Jalan menurun, bisa jadi ujian , bisa jadi kenikmatan, ketika kondisi jalan menurun, sepeda yang kita kendarai tidak perlu dikayuh akan berjalan sendiri, hemat tenaga dong..Eh tapi jangan terlena lho, kalau remnya gak dicek, kurang pakem, alamak bisa jadi berbahaya.20160814_061136

Dari hal-hal tersebut, banyak pelajaran yang bisa kita ambil hikmahnya. Menyesuaikan keadaan, Pengendalian Diri,kekuatan bertahan dan Selalu mawas diri merupakan prinsip-prinsip yang kita pegang dalam kehidupan.

My Trip My Adventure Di Pulau Borneo

bumdesa sangattaKira-kira satu minggu yang lalu , saya mendapat telpon dari salah satu teman saya yang menjadi salah satu Dosen di APMD Yogyakarta yaitu pak Suharyanto. Beliau salah satu dosen yang konsen dalam pengembangan BUM Desa.

Singkat cerita saya diminta untuk menjadi salah satu pemateri Best Practises pengeloaan BUM Desa di wilayah Kutai Timur Kalimantan Timur.

Kutai Timur , merupakan salah satu kabupaten yang relative baru di Provinsi Kalimantan Timur, dengan kota kabupaten Sangatta dengan jumlah penduduk 200 ribu dengan APBD yang sangat fantastis yaitu 3 Triliun.

Coba bandingkan dengan Gunungkidul, penduduk 800 ribu, APBD 1, 2 Triliun , Jauh Bro….

Kok Bisa hebat Gitu ya…APBD Nya. Setelah tanya-tanya akhirnya terjawab sudah keheranan saya, Ternyata Kutai Timur ada salah satu pabrik tambang Batu Bara berskala Nasional dengan karyawan kurang lebih 20.000. nama Kaltim Prima Cold (KPC). Konon, 35 persen sahamnya milik salah satu petinggi partai di negeri Ini.

Dan inilah yang merubah wilayah yang dulunya hutan belantara menjadi kota di tengah rimba. Segala sesuatu ada disana, Mo nyari mobil yang bagus-bagus ada semua, pusat elektronik, hotel, tempat jajan,mal dan lain-lain juga lengkap.

Dan jangan heran, jika kesana , suasana seperti di Jawa, karena hampir disetiap sudut kota, banyak ditemui orang-orang ngobrol dengan bahasa jawa. Eh ternyata hampir 30 persen penduduknya orang dari Jawa. kebanyakan Jawa Timuran. Selebihnya dari Bugis, Madura dan suka asli kalimantan.

Mau mencari masakan jawa tidak terlalu sulit, tapi harganya memang lebih tinggi dibandingkan dengan di Jawa. Semisal harga soto, disana satu porsi bisa sampai 26.000.

Untuk menuju Kutai Timur juga di perlukan waktu yang tidak singkat, Jika dari Jogja kita bisa mengambil jalur udara dari bandara Adi Sucipto menuju bandara Sepinggan Balik Papan dengan waktu tempuh kurang lebih 1,5 jam.

Dilanjutkan dengan perjalanan darat dengan travel dengan waktu tempuh kurang lebih 8 jam. Kok lama banget? Iya, karena kita melewati beberapa kabupaten dan kota madya di Kalimantan Timur dengan jalan khas pegunungan yang naik turun dan berkelok-kelok.

Yang tidak kuat, siapkan obat anti mabok bro…Perjalanan darat tersebut benar -benar menguras tenaga dan bisa jadi isi perut anda..

Rute perjalannya dari Balik Papan menuju Samarinda. Di Samarinda kita akan disuguhi indahnya jembatan Ampera , dilanjutkan perjalanan menuju Bontang dan terakhir sampai di Sangatta Kutai Timur.

——————————————————————————-

20151126_095914Lho kok malah ngelantur, kembali ke laptop,intinya saya diundang oleh Pemda Kutai Timur untuk bercerita tentang pengelolaan Water Byuur Sumber Ponjong yang dikelola oleh BUM Desa Hanyukupi.

Semua ini difasilitasi oleh Pak Wena, salah satu Pejabat di Bapermas Pemda Kutai Timur. Ada sekitar 40 BUM Desa di sana yang diberikan pembekalan tentang dasar BUM Desa yang di sampaikan oleh Dosen APMD Yogyakarta, Bapak Hasto Wiyono.

20151126_150815Serta best Practise pengelolaan BUM Desa yang saya sampaikan sendiri, Dari awal perjuangan pengelolaan Bum Desa, sampai saat ini dengan segala kelebihan dan kekurangannya..

Semoga bisa menginspirasi Bum Desa Kutai Timur untuk berkembang  lebih hebat dibandingkan BUM Desa Ponjong . Karena semua potensi sudah ada.

Terimakasih semua, akhirnya saya bisa Trip Sekaligus Berbagi.

 

Genap Sudah ,Delapan Tahun Perjalanan Kami….

Pagi-pagi mendapatkan massege dari whatsapp istri…

puisi supardi joko darmono

Hari ini 8 tahun yang lalu….?. Perjalanan ini selalu indah terasa jika kau disampingku. Berharap bs mendampingimu sampai akhir hayatku. Luv U

Saya jadi teringat delapan tahun yang lalu..21 Oktober 2007

ijab sah

 

Tapak – tapak perjalanan kapal kami, bukannya tidak pernah menerjang karang, bukannya tidak pernah dihantam ombak, bukannya tidak pernah di terjang badai.

Semua adalah seni, seni menahkodai hidup, supaya semua selamat sampai tujuan. Yaitu akhirat nanti…Amin ya robbal a’lamina..

keluarga Kami

Mohon Maaf Atas Ketidaknyamanannya

 

foto
foto

Hari ini memasuki masa tenang dalam perhelatan PILKADES di Desa Ponjong. Pada mas kampanye terbuka kemarin, tentunya karena melibatkan banyak masyarakat , alat peraga kampanye , tentunya ada sedikit gesekan di sana-sini.

Misal saja dengan banyak alat peraga kampanye saya, yang terpasang di berbagai sudut jalan, gang se- Desa Ponjong. hal tersebut bisa jadi mengganggu kenyamanan warga, karena sedikit mengganggu ruang publiknya.

Dari hal tersebut , saya, anang sutrisno, sebagai salah satu calon kepala desa meminta maaf yang sebesar-besarnya.

Semoga pesta demokrasi di desa kita berjalan aman, lancar terkendali sampai penghitungan suara dan menjadi desa percontohan didalam melaksanakan pesta demokrasi..nuwun.

Bukan Seberapa Besarnya, Dibanding Besar Nilai Pembelajarannya

Ponjong 1Dalam salah satu baliho yang saya buat, terkait dengan pencalonon saya sebagai nomor satu di desa Ponjong adalah menghidupkan kembali gerakan jimpitan dari masyarakat.

Jimpitan adalah gerakan menghimpun uang  koin seratus rupiah untuk digunakan di setiap RT untuk digunakan berbagai macam keperluan.

Mungkin konsep ini sudah jadul( kadaluwarsa) tapi ternyata manfaatnya sangat luar biasa, jika gerakan ini bisa di jalankan dan dikelola dengan baik.

Ada beberapa manfaat dari gerakan jimpitan . Diantaranya adalah sebagai berikut :

1. Gerakan ini melatih  masyarakat untuk berswadaya. Tidak selamanya seluruh anggaran untuk membangun desa di bebankan dari dana pemerintah. Tetapi masyarakat juga mengimbangi dengan swadaya.

Ciri dari desa mandiri adalah apabila desa tersebut sudah bisa melatih masyarakat untuk mandiri secara pemikiran dan mandiri secara finasial. Ada masanya tidak disuapi tetapi makan sendiri.

2. Gerakan ini juga di bisa di kolaborasikan dengan gerakan untuk menggerakkan ronda warga masyarakat. Secara teknis pengambilan jimpitan bisa setiap malam sambil ronda.

Diharapkan dengan program ini, keamanan dan ketertiban lingkungan bisa terjaga.

3. Gerakan ini  juga melatih kemandirian masyarakat terkait dengan proses menuju desa dengan transparansi yang baik. Transparansi dalam hal perencanaan, pelaksanaan,  dan pelaporan .

Jimpitan , 100 , Tiap  Rumah, Tiap  Malam salah satu program yang bisa kita ambil banyak hikmahnya.

Pak Untung , Penakluk Jakarta Dengan Bersepeda

Pak Untung, Goweser dari WonosariHari Minggu (20/9) serasa istimewa bagi saya, karena kebetulan setelah gowes dengan komunitas POCI .Dari Ponjong sampai Siraman bertemu dengan orang istimewa di warung angkringan mbak Pujo di barat BLK Wonosari.

Namanya Pak Untung, asli Jawa Barat tapi tinggal di Jalan Brigjen Katamso Wonosari. Yang membuat istimewa dari bapak paruh baya ini adalah ceritanya sehabis menaklukkan Jakarta dengan bersepeda.

Awal September kemarin dengan sepeda birunya, mengayuh perjalanan kurang lebih 600 Km dalam waktu 5 Hari untuk sampai Jakarta.

Perjalanan dilakukan pada siang hari , untuk malam harinya, istirahat di Pom bensin sepanjang jalan.

Sesampai di Jakarta, disambut oleh warga masyarat gunungkidul yang ada di Jakarta dengan wadah , Ikatan Keluarga Gunungkidul (IKG).

Rencana bulan depan , Pak Untung akan touring ke Jawa Timur. Apa sih yang di perjuangkan Pak Untung?

Hanya pengin mengenalkan gunungkidul lebih luas.…luar biasa.. salam semangat…..

Satu Cinta Ponjong Berjaya

nomer sijiHari Minggu (13/9) salah satu tahapan dalam proses pemilihan kepala desa Ponjong sudah di laksanakan.

Proses tersebut adalah penetapan bakal calon kepala desa menjadi calon kepala desa serta dilanjutkan dengan pengundian nomor urut calon.

Proses penetapan calon dilaksanakan di Kantor Desa Ponjong dengan dihadiri oleh panitia pemilihan tingkat desa, Panitian pemilihan tingkat Kecamatan dan Kabupaten, Anggota BPD, Tokoh masyarakat, Perangkat Desa serta perwakilan pendukung bakal calon.

setelah diteliti oleh panitia, secara adminitrasi saya di nyatakan lulus dan oleh ketua panitia pemilihan tingkat Desa, Bapak Baderi, ditetapkan sebagai cakades bersama dengan dua calon yang lainnya.

Tahap selanjutnya adalah pengundian nomor urut. Untuk teknis pengundian , panitia menyediakan tiga amplop tertutup. Didalamnya diisi dengan nomor urut calon.

Untuk teknis pengambilan amplop disepakati, untuk urut pengambilan berdasarkan nomor urut pendaftaran. Untuk yang pertama kali mengambil amplop adalah Bapak Hasyim dilanjutkan Bapak Arif Al Fauzi dan yang terakhir adalah saya.

Setelah semua mengambil amplop, oleh panitia, ketiga calon diminta bersamaan membuka amplopnya.

Dan akhirnya setelah dibuka, saya mendapatkan nomor urut satu, Pak Hasyim nomor urut dua dan Pak Arif Al Fauzi nomor urut tiga.

 

 

Satu Pohon,Satu Rumah, Satu Harapan ,Sebuah Konsep Humanis Untuk Ponjong Masa Depan #DesaPonjong1

Ponjong 2 (1)Ada satu aset kekayaan desa Ponjong yang sangat berharga dan tidak bisa dihitung dalam besaran  rupiah. Aset tersebut adalah sumber ponjong.

Ratusan orang menggantungkan hidupnya dari mata air yang mengalir dari sumber Ponjong. Puluhan orang menggantungkan hidupnya dari pariwisata water byuur sumber ponjong. 80 Hektar sawah ter airi dan bisa panen sampai tiga kali dalam jangka waktu satu tahun.

Sebuah aset yang perlu disyukuri, dijaga dan di manfaatkan untuk kemakmuran warga ponjong.

Bagaimana cara mensyukurinya? Tentunya dengan menjaga aset tersebut supaya lestari dan bisa dinikmati oleh anak cucu kita.

Ide inilah yang mendasari dalam konsep kampanye pilkades saya di desa Ponjong.

Dengan slogan : Satu Pohon, Satu Rumah , Satu Harapan adalah sebuah gagasan untuk melindungi aset sumber ponjong supaya bisa dinikmati oleh anak cucu kita.

Ini akan menjadi sebuah gerakan untuk melakukan penanaman Pohon setiap rumah untuk menjaga air ada di sekitar ponjong.

Dengan harapan , mata air akan terjaga suplainya sehingga bisa dinikmati oleh anak cucu kita.

———————————————————————————————–

Sebuah ide yang melenceng dari pakem perpolitikan praktis, Dengan berbagai ritualnya yang sudah sangat familiar, Mulai Dari Pasang Gambar, membentuk tim sukses, Sosialisasi kepada kelompok , memberikan bantuan dan TP-TP.

Apakah itu tidak penting dalam politik praktis? Saya jawab penting dan masih efektif, Tapi bagi saya selain hal tersebut ada beberapa pembelajaran politik yang bisa kita sampaikan kepada masyarakat.

Bukan urusan kalah menang, tetapi lebih bagaimana kita bisa memberikan sebuah inspirasi kepada masyarakat. Memyumbangkan  ide dan gagasan.Supaya masyarakat bisa bergerak untuk membangun desanya sendiri.

Sudah saatnya masyarakat yang menjadi subyek bukan menjadi obyek. Menggerakkan masyarakat untuk mandiri dan berdikari . Dan mari kita mulai dengan tagline #Kerja Bareng Mulya Bareng..Salam Super….

 

 

Sebuah Awal Perjalanan Menuju #DesaPonjong1

anang 1Tepat tanggal 13 Agustus 2015, tercatat sudah saya mendaftarkan diri untuk berkompetisi dalam pemilihan kepala desa Ponjong yang akan dilaksanakan pada 7 Oktober 2015.

Sebuah pilihan yang bisa jadi tidak polulis dan terkesan ,wong legan nggolek momongan.

Tentunya semua itu sudah saya kalkulasi dan pertimbangkan secara matang. Saya banyak di tanya seputar alasan kenapa tidak mau mencalonkan kepala desa. Saya jawab untuk pengabdian saya di desa tercinta.

Kenapa tidak mendaftar saja menjadi perangkat desa. Ada beberapa formasi kosong , mulai dari kaur keuangan,  rencana kaur kesra  dan sekdes  , saya jawab, tidak sesuai dengan keinginan saya, karena saya bukan typical orang kantoran.

Kemudian niat ini saya sampaikan ke istri saya, istripun setuju dengan catatan siap kalah siap menang.

Setelah itu saya minta form ke panitia untuk melihat persyaratan. Duh ternyata syarate akeh tenan rek.Dan hanya tersisa waktu 4 Hari.

Akhirnya saya gunakan jurus Sat-Set Bat-Bet untuk mengurus syarat-syarat pendaftaran calon kepala desa.

Mas,mau apa ..mau membuat surat keterangan bebas narkoba, untuk syarat apa mas? mendaftar kepala desa.. apa mas? ..mendaftar kepala desa.Seolah tidak percaya kalau saya mo ndaftar kepala desa.

Saya menduga aja petugasnya tidak percaya, kalau saya mo daftar kepala desa, karena dari yang mendaftar, kebanyakan sudah berumur kepala 4, 5 atau 6. Dan banyak cakades yang melewatkan timsesnya untuk mengurus persyaratan , karena saking ribet dan banyaknya.

Setelah tiga hari mondar-mandir akhirnya seluruh syarat bisa saya penuhi dan yang paling sulit adalah ketika membuat surat lamaran ..lho kok bisa, iya , soalnya surat lamaran ditulis tangan, padahal saya dah lupa..duh..kejune rek..tahunan ora nulis tangan. Dan hasilnya seperti mural , awut-awutan, apik tulisane anakku yang baru kelas 1 SD.

anang 2Tanggal 13 Agustus 2015, saya datang ke balai desa, saya cekkan ke panitia, syarat sudah ok. lalu saya gandakan dua kali baru setelah jam 12.30 saya mendaftar setelah dioyak-oyak panitia untuk segera memasukkan berkas, sebab berkas harus masuk sebelum jam 16.00.

anang 3Dengan sepeda Gunung yang baru saya beli sebagai nadzar untuk memenuhi janji saya ke almarhum Heru (Kembung) saya kayun sepeda dari rumah ke Balai Desa dengan jarak kurang lebih 0,5 Km. Ditemani istri saya dan anak Sulung.

Sesampai  di Balai Desa saya disambut oleh panitia, semua berkas saya serahkan dan sudah dianggap lengkap dan secara resmi saya terdaftar sebagai Cakades Desa Ponjong.